Rukun Islam

1. SYAHADAT
Syahadat Mengikrarkan dengan lisan dan meyakini dengan hati bahwa “Tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah”.

“Ini adalah pintu gerbang masuk ke dalam Islam dan pengakuan atas keesaan Allah serta kenabian Muhammad SAW,” tulis Faiz.

Adapun bunyi bacaan syahadat yakni:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللَّهِ
Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadar- rasuulullaah

2. SHOLAT
Sholat adalah ibadah berupa ritual doa yang dilakukan oleh umat Muslim lima kali sehari, yaitu pada waktu Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Shalat merupakan cara umat Muslim berkomunikasi langsung dengan Allah, mengingat-Nya, dan memohon petunjuk serta pengampunan.

Perintah Sholat ini tercantum dalam Al-Qur’an Surah An Nisa ayat 103 yang berbunyi:

فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْ ۚ فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ ۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا

Bacaan latin: Fa idza qadoitumus-sholaata fadzkurullaha qiyaamaw wa qu’udaw wa ‘alaa junubikum, fa idzatma` nantum fa aqimus-sholah, innas-sholata kaa nat ‘alal-mu`minina kitabam mauqụta

Artinya: Apabila kamu telah menyelesaikan sholat, berzikirlah kepada Allah SWT, baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring. Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah sholat itu. Sesungguhnya sholat merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin.

3. PUASA
Puasa adalah ibadah menahan diri dari makan, minum, dan aktivitas lainnya selama bulan Ramadhan, yang merupakan bulan suci dalam Islam. Puasa dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Tujuan puasa adalah untuk membersihkan jiwa, mendekatkan diri kepada Allah, dan merasakan empati terhadap orang-orang yang kelaparan dan kekurangan.

Perintah puasa ini terdapat pada Surah Al Baqarah ayat 183. Berikut bacaannya:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Bacaan latin: Ya ayyuhalladzina amanu kutiba ‘alaikumus-shiyamu kamaa kutiba ‘alalladzina ming qablikum la’allakum tattaqụn

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

4. ZAKAT
Zakat adalah kewajiban memberikan sebagian dari harta yang dimiliki kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Zakat digunakan untuk membantu fakir miskin, yatim piatu, janda, orang-orang yang terlilit utang, dan tujuan amal lainnya. Zakat bertujuan untuk menyebarkan kekayaan dan mengurangi kesenjangan sosial dalam masyarakat Muslim.

perintah zakat tercantum dalam Surah Al Baqarah ayat 43 yang berbunyi:

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ

Bacaan latin: Wa aqimus-sholata wa atuz-zakata warka’u ma’ar-raki’in

Artinya: Tegakkanlah sholat, tunaikanlah zakat dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.

5. HAJI
Haji adalah ibadah yang dilakukan setidaknya sekali seumur hidup oleh umat Muslim yang mampu secara fisik dan finansial. Ibadah haji melibatkan perjalanan ke Kota Makkah di Arab Saudi, di mana para jamaah haji melakukan serangkaian ritual, termasuk tawaf di sekitar Ka’bah.

Tujuan haji adalah untuk mengikuti jejak Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il serta menyatukan umat Islam dari berbagai penjuru dunia dalam ibadah yang sama. Perintah haji tercantum dalam A-Qur’an Surah Ali Imran ayat 97 yang berbunyi:

فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

Bacaan latin: Fihi ayatum bayyinatum maqamu ibrahim, wa man dakhalahụ kana amina, wa lillahi ‘alan-nasi hijjul-baiti manistata’a ilaihi sabila, wa mang kafara fa innallaha ganiyyun ‘anil-‘alamin

Artinya: Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) makam Ibrahim. Barangsiapa yang memasukinya (Baitullah) maka menjadi amanlah dia. (Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah SWT adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu (bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam.

Rukun Iman

1. IMAN KEPADA ALLAH SWT
Iman kepada Allah SWT artinya mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah itu ada (wujud). Untuk dapat mengenal-Nya, kita harus mengetahui sifat-sifat yang dimiliki-Nya. Secara keseluruhan, sifat-sifat Allah ada 3 yaitu sifat wajib, sifat mustahil, dan sifat jaiz.

Orang yang beriman pada sifat-sifat Allah hanya akan menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun. Selain itu, orang yang beriman ini juga meyakini bahwa segala sesuatu di alam semesta ini diciptakan oleh-Nya. Sehingga, hilanglah prasangka buruk pada Allah dan akan berusaha untuk tidak sombong.

2. IMAN KEPADA MALAIKAT
Iman kepada malaikat artinya percaya dengan adanya malaikat-malaikat Allah SWT walaupun tidak pernah melihatnya. Malaikat diciptakan Allah SWT dari nur atau cahaya. Mereka termasuk makhluk ghaib. Perintah iman kepada malaikat tertuang dalam QS. Al Baqarah ayat 185,

ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ وَقَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ

Artinya: “Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya,” dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” (QS. Al Baqarah: 185).

3. IMAN KEPADA KITAB
Iman kepada kitab-kitab Allah SWT artinya meyakini dan mempercayai adanya kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah SWT. Adapun kitab yang diturunkan Allah SWT kepada rasul-Nya antara lain kitab Zabur kepada Nabi Daud AS, kitab Taurat kepada Nabi Musa AS, kitab Injil kepada Nabi Isa AS, dan kitab Al Quran kepada Nabi Muhammad SAW.

Adapun kepada kitab Al Quran, selain meyakini dan mempercayai dengan sepenuh hati, sebagai umat Islam kita harus berpedoman dan mengamalkannya.

Dalam sebuah riwayat Ibnu Hibban, Allah SWT juga menurunkan suhuf atau lembaran-lembaran.

Dari Abu Dzar ra. dia bertanya kepada Rasulullah SAW: “Berapa jumlah kitab yang telah Allah turunkan?” Rasulullah menjawab:

مِائَةُ كِتَابٍ وَأَرْبَعَةُ كُتُبٍ أُنْزِلَ عَلَى شِيثٍ خَمْسُونَ صَحِيفَةً وَأُنْزِلَ عَلَى أَخْنُوخَ ثَلَاثُونَ صَحِيفَةً وَأُنْزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ عَشَرُ صَحَائِفَ وَأُنْزِلَ عَلَى مُوسَى قَبْلَ التَّوْرَاةِ عَشَرُ صَحَائِفَ وَأُنْزِلَ التَّوْرَاةُ والإنجيل والزبور والقرآن

Artinya:”Ada 104 kitab. Diturunkan kepada nabi Syits 50 suhuf, diturunkan kepada nabi Idris 30 Suhuf, diturunkan kepada nabi Ibrahim 10 suhuf, diturunkan kepada nabi Musa sebelum taurat 10 suhuf. Allah juga menurunkan Taurat, Injil, dan Al Quran.” (HR. Ibnu Hibban).

4. IMAN KEPADA RASUL
Iman kepada rasul-rasul Allah SWT artinya meyakini dan mempercayai dengan sepenuh hati bahwa rasul-rasul Allah SWT itu ada. Mereka diciptakan untuk membawa ajaran dan kebenaran kepada para umat. Para rasul menerima wahyu dari Allah SWT lewat perantara malaikat.

Ada banyak nabi dan rasul yang diciptakan Allah SWT. Namun, yang wajib diketahui ada 25 nabi dan rasul. Mulai dari Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW.

Beriman kepada rasul akan mendatangkan banyak manfaat. Adapun buah iman yang diperoleh salah satunya mendapat keselamatan dunia akhirat. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al Fath ayat 13 sebagai berikut:

وَمَنْ لَّمْ يُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ فَاِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ سَعِيْرًا

Artinya: “Dan barangsiapa tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir itu neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al Fath: 13).

5. IMAN KEPADA HARI AKHIR
Iman kepada hari akhir atau hari kiamat artinya meyakini dan mempercayai bahwa hari itu pasti akan datang. Pada hari itu alam semesta beserta seluruh isinya akan hancur. Manusia akan dibangkitkan dari kuburnya dan dikumpulkan untuk dimintai pertanggungjawaban.

Datangnya hari akhir hanya Allah SWT yang tahu. Namun, janji Allah SWT itu nyata. Sebagaimana termaktub dalam QS. Al-A’raf ayat 197 sebagai berikut:

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّيْۚ لَا يُجَلِّيْهَا لِوَقْتِهَآ اِلَّا هُوَۘ ثَقُلَتْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ لَا تَأْتِيْكُمْ اِلَّا بَغْتَةً ۗيَسْـَٔلُوْنَكَ كَاَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ

Artinya: “Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, “Kapan terjadi?” Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 197).

Beriman kepada hari akhir akan menambah ketaatan seorang hamba dalam beribadah kepada Allah SWT. Selain itu, orang yang beriman akan senantiasa berhati-hati dalam setiap perkataan dan perbuatannya semasa hidup di dunia, karena segala yang diperbuat akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat.

6. IMAN KEPADA QADA' DAN QADAR
Iman kepada qada’ dan qadar artinya yakin dan percaya dengan sepenuh hati bahwa takdir yang baik maupun yang buruk datangnya dari Allah SWT. Segala yang terjadi pada manusia sudah menjadi ketetapan-Nya.

Qadha artinya ketetapan. Sebelum manusia lahir di dunia, Allah SWT sudah menetapkan segala tentang kehidupan manusia tersebut. Mulai dari rezeki, kematian, nasib dan lain sebagainya.

Sementara itu, qadar artinya ketentuan atau kepastian Allah SWT. Dia telah menentukan apa yang sudah terjadi, sedang terjadi, maupun yang akan terjadi.

Beriman kepada takdir Allah SWT akan menambah rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Selain itu, manusia cenderung bersikap rendah hati karena segala sesuatu datang dari Allah SWT.

  • Agama Islam

    Malaikat Dalam Islam Serta Perbedaannya Dengan Manusia Dan Jin.

    Daftar Isi1. Malaikat Jibril2. Malaikat Mikail3. Malaikat Israfil4. Malaikat Izrail5. Malaikat Munkar6. Malaikat Nakir7. Malaikat Raqib8. Malaikat Atid9. Malaikat Malik10. Malaikat RidwanPerbedaan Malaikat dengan Manusia dan Jin Malaikat adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang terbuat dari cahaya, memiliki tugas khusus untuk melaksanakan perintah-Nya, tidak pernah membangkang, dan memiliki sifat halus, tidak memiliki nafsu, jenis kelamin, serta kebutuhan seperti manusia. Dalam ajaran Islam, malaikat adalah perantara antara Allah dan manusia, memiliki kedudukan tinggi,…

  • Agama Islam

    Do’a Sehari-Hari

    Daftar IsiDo’a Masuk RumahDo’a Keluar RumahDo’a Sebelum TidurDo’a Bangun TidurDo’a Masuk Kamar MandiDo’a Keluar Kamar MandiDo’a Sebelum MakanDo’a Sesudah MakanDo’a Masuk MasjidDo’a Keluar MasjidDo’a Sesudah AdzanDo’a BercerminDo’a Mengenakan Pakaian BaruDo’a Memakai PakaianDo’a Melepas PakaianDo’a saat Turun HujanDo’a setelah Hujan RedaDo’a untuk Kedua Orang TuaDo’a Masuk Pasar atau Mal Berikut adalah do’a sehari-hari yang dapat diucapkan sebelum, sesudah atau ketika hendak melakukan sesuatu : Do’a Masuk Rumah اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلَجِ…