MateriPengetahuan Umum
Tari Saman Meuseukat (Nanggroe Aceh Darussalam)

Tari Saman dan Tari Rateb Meuseukat merupakan dua tarian tradisional yang berbeda dari Aceh, bukan Tari Saman Meuseukat. Berikut adalah penjelasan masing-masing tarian:
Tari Saman
- Asal: Berasal dari suku Gayo di Dataran Tinggi Gayo, Aceh.
- Asal usul: Dikembangkan oleh Syekh Saman sebagai media dakwah Islam pada abad ke-14. Awalnya merupakan permainan rakyat bernama pok ane yang kemudian disisipkan syair-syair bernuansa Islami.
- Pemain: Biasanya ditarikan oleh laki-laki, meskipun kini ada variasi yang ditarikan perempuan (disebut Tari Ratoeh Jaroe).
- Pola tarian: Penari duduk berlutut membentuk barisan lurus yang rapat dan bahu saling bersentuhan.
- Musik: Tidak menggunakan alat musik. Iringan musik dihasilkan dari gerakan tepukan tangan, tepukan dada, tepukan paha, dan suara vokal penari.
- Makna: Melambangkan kekompakan, kebersamaan, dan gotong royong.
- Pengakuan: Diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2011.
Tari Rateb Meuseukat
- Asal: Berasal dari Aceh secara umum.
- Pemain: Ditarikan oleh wanita.
- Pola tarian: Para penari wanita bergerak secara harmonis dengan diiringi nyanyian syair dalam bahasa Aceh.
- Musik: Tarian ini diiringi oleh musik.
- Syair: Berisi sanjungan dan pujian kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.
- Makna: Tarian ini kental dengan ajaran agama Islam dan biasanya dibawakan untuk menyebarkan ajaran agama.
Perbedaan utama
| Fitur | Tari Saman | Tari Rateb Meuseukat |
|---|---|---|
| Asal | Suku Gayo (Aceh) | Aceh |
| Pemain | Laki-laki | Wanita |
| Pola | Duduk berlutut rapat | Duduk harmonis, tidak harus rapat |
| Iringan | Gerakan tubuh dan vokal | Musik dan syair berbahasa Aceh |
| Makna | Kekompakan dan nilai-nilai sosial Islami | Ajaran dan puji-pujian Islami |




